PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Komisi Penyiaran...
Pemprov Bersama KPID Babel Edukasi Pelajar SMADA Lewat Literasi Media, Ajak Generasi Muda Cerdas Bermedia Sosial
PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), memberikan edukasi bagi para pelajar SMADA bagaimana cara bijak menggunakan AI dan menyaring informasi lewat Literasi Media.
Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Kamis (3/9/2026) tersebut, menghadirkan Kepala Diskominfo Bangka Belitung, Eko Sentosa dan Ketua KPID Bangka Belitung, M Adha Al Kodri, sebagai narasumber.
Dalam paparannya yang bertajuk "Cerdas Bermedia di Era Digital: Bijak Menggunakan AI dan Menyaring Informasi", Eko Sentosa mengemukakan, perkembangan berbagai platform digital dan media sosial, telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam membuat dan menyebarkan informasi.
Namun, lanjut Eko, di balik kemudahan itu, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan beragam tantangan, antara lain maraknya disinformasi, deepfake, serta berita palsu atau hoaks, yang dapat dengan mudah beredar di berbagai platform digital.
"Di Era digitalisasi seperti saat ini, semua pihak dituntut untuk tidak hanya semakin kreatif, tetapi juga semakin bijak," ucap Eko.
Menurut Eko, penggunaan media sosial saat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari termasuk para pelajar. Oleh karenanya, ia mengingatkan para pelajar untuk memahami cara menggunakan teknologi, serta memilah dan menyaring informasi yang diterima.
“Setiap unggahan maupun informasi yang disebarkan perlu dipertimbangkan dengan baik. Bijaklah dalam menggunakan media sosial, saring setiap informasi sebelum dibagikan. Karena, apapun yang diposting dan disebarkan, ada konsekuensinya," pesannya.
Lebih lanjut Eko mengatakan, perkembangan AI sangat memudahkan proses pembuatan konten secara instan, namun teknologi ini juga membawa tantangan besar.
Oleh karenanya, Eko berharap, para pelajar mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang menerapkan literasi media mulai dari diri sendiri, serta membagikan edukasi tersebut kepada lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat luas.
"Teknologi adalah alat yang hebat ditangan pengguna yang bijak. Jadilah remaja Serumpun Sebalai yang cerdas, kritis dan beretika di dunia digital," pesannya lagi.
Sementara itu, Ketua KPID Bangka Belitung, M Adha Al Kodri, mengatakan, penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa, sekaligus membekali mereka, agar mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi AI secara cerdas dan bertanggung jawab.
“Edukasi bagi masyarakat, terutama pelajar sangat penting dilakukan, supaya mereka mampu membedakan informasi yang sesuai dengan fakta serta memahami aturan dan ketentuan yang berlaku,” jelas Adha.
Dengan meningkatnya literasi media, kata Adha, masyarakat ke depannya semakin mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi AI secara cerdas, etis dan bertanggung jawab, sebagai bekal menghadapi era transformasi digital yang terus berkembang.
"Kami harap, ke depannya masyarakat khususnya generasi muda, semakin cerdas dalam memilih tayangan yang memberikan nilai edukatif dan manfaat positif," harapnya.
Acara semakin meriah saat memasuki sesi tanya jawab. Zalfa, siswa kelas XI, mengajukan pertanyaan mengenai alasan gambar pelaku kekerasan seksual sering diburamkan saat diberitakan di media sosial.
Menanggapi hal itu, M Adha Al Kodri memberikan pemahaman bahwa penyebaran informasi tidak hanya harus mempertimbangkan kepentingan publik, tetapi juga aspek hukum yakni asas praduga tidak bersalah, privasi, serta perlindungan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Di lain sisi, Kepala SMA Negeri 2 Pangkalpinang, Yunisfu, menilai perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan bagi pelajar dalam memperoleh dan menyebarkan informasi.
Namun, lanjut dia, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi agar peserta didik tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Menurut Yunisfu, pemahaman mengenai literasi media sangat penting diberikan kepada peserta didik, agar mereka mampu menggunakan teknologi secara baik.
“Terima kasih kepada Diskominfo dan KPID Bangka Belitung yang telah melaksanakan kegiatan ini,” tutup Yunisfu.
Sumber : Dinas Kominfo
Penulis : Vera
Editor : J. Suprana
Fotografer : Idris/Yoska