PANGKALPINANG — Langkah pengentasan angka stunting terus digalakkan berbagai pihak, termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK)...
Luncurkan Buku "Besti", Ketua TP-PKK Ajak Ibu-ibu Entaskan Stunting dengan Berbagai Resep Jitu Berbasis Pangan Lokal
PANGKALPINANG — Langkah pengentasan angka stunting terus digalakkan berbagai pihak, termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Salah satu langkah yang dilakukan TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mengentaskan angka stunting di Negeri Serumpun Sebalai, yakni dengan meluncurkan buku resep inovatif bertajuk "Besti" (Buku Resep Tumbuh Tinggi Bunda Noni).
Melalui buku tersebut, Ketua TP PKK mengajak Ibu-ibu untuk mengentaskan stunting dengan berbagai macam resep jitu, melalui sumber daya alam lokal, menjadi beragam makanan sehat dan bergizi.
Peluncuran buku tersebut, dilakukan oleh Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, di Sekretariat PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (1/9/2026).
Peluncuran buku ini, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bertajuk "Orientasi Pendidikan Gizi bagi Kader dalam Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal".
Kegiatan ini, diikuti oleh Kader PKK, dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Noni Hidayat dalam arahannya mengemukakan, pencegahan stunting bisa dimulai dari dapur keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Ia mengajak peserta kegiatan untuk menciptakan makanan sehat dan bergizi, dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam, yang ada di lingkungan sekitar.
"Makanan sehat tidak harus mahal atau impor. Di sekitar kita sangat banyak sumber daya alam yang bisa diolah. Daripada anak-anak kita jajan burger atau seblak, lebih baik kita ciptakan makanan menarik yang disukai anak, tapi di dalamnya penuh gizi," ucap Noni Hidayat, di hadapan puluhan peserta kegiatan.
Melalui Buku "Besti", Noni Hidayat ingin mendobrak stigma bahwa tinggi badan anak hanya ditentukan oleh keturunan.
"Kalau ibu-ibu rajin masak daging, ikan kembung dan telur, pertumbuhan anak pasti optimal. Jangan pesimis kalau orang tua pendek, anaknya tidak bisa tinggi. Itu bisa diupayakan dari makanan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Provinsi Bangka Belitung, Darlan, kader PKK menjadi pelopor edukasi pangan lokal dan tidak bosan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (home visit).
Darlan, dalam kesempatan itu juga meminta Kader PKK memastikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) benar-benar dikonsumsi oleh ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita stunting.
"Selain itu, hidupkan lagi gerakan 'Hatinya PKK' dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun gizi," pesan Darlan.
Menutup pernyataannya, Darlan menekankan bahwa perbaikan gizi dan SDM, merupakan investasi paling berharga untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sumber : Dinas Kominfo
Penulis : Idris Af
Editor : J. Suprana
Fotografer : Ibnu/Ferdinand