PANGKALPINANG — Rangkaian Safari Maulid tahun ketiga, yang mengusung tema “Belajar Cinta kepada Rasulullah” resmi ditutup di S.M Convention Hall, Pangkalpinang...
Safari Maulid, Noni Hidayat Ajak Masyarakat Teladani Kehidupan Rasulullah SAW
PANGKALPINANG — Rangkaian Safari Maulid tahun ketiga, yang mengusung tema “Belajar Cinta kepada Rasulullah” resmi ditutup di S.M Convention Hall, Pangkalpinang, Senin (28/9/2026). Kegiatan itu dihadiri ribuan masyarakat dan diisi dengan tausiah dari Pipik Dian Irawati (Ummi Pipik) serta influencer sekaligus artis Wardatina.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, yang juga hadir dalam kesempatan itu, mengajak umat Islam memperkuat silaturahmi dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
"Rangkaian Safari Maulid hingga penutupan hari ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus mengajak masyarakat meneladani kehidupan Rasulullah SAW," kata Noni, dalam sambutannya.
Noni mengatakan, keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui kasih sayang, persaudaraan, sikap saling menghormati, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Rasulullah SAW merupakan teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial,” ujar Noni.
Noni berharap keteladanan Rasulullah dapat menginspirasi masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik dan turut menjaga persatuan Indonesia. Ia juga mengajak umat Islam menjadikan Al Quran dan hadis sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
“Semoga kegiatan ini mempererat tali silaturahmi kita dan kita bisa meneladani Rasulullah Muhammad SAW, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan turut menjaga persatuan Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Ummi Pipik dalam tausiahnya mengingatkan, bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh penilaian manusia, melainkan ketakwaannya kepada Allah SWT.
“Tolak ukur kemuliaan manusia dilihat dari takwanya. Ketika kita bertakwa, Allah akan memuliakan kita,” ujar Ummi Pipik.
Ia mengatakan, kekuatan perempuan tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan menghadapi keadaan, tetapi juga melalui kekuatan iman.
Menurutnya, kemampuan memaafkan, bangkit setelah terjatuh, berdamai dengan keadaan, dan tetap berbuat baik meski mendapat perlakuan buruk merupakan bentuk kekuatan yang bersumber dari iman.
Ummi Pipik juga menekankan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperbanyak shalawat atau menjalankan sunnah dalam bentuk ibadah. Kecintaan tersebut, lanjut dia, harus diwujudkan dengan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita cinta sama Nabi, cinta itu membuahkan ketaatan. Kalau kita cinta sama Nabi berarti kita harus taat. Apa yang Nabi lakukan, apa yang Nabi ajarkan, ya kita contoh,” ucapnya.
Menutup tausiahnya, Ummi Pipik mengajak umat terus berbuat baik dan memuliakan orang lain. Karena, menurut Ummi Pipik, setiap kebaikan yang dilakukan tidak akan sia-sia di hadapan Allah SWT.
Sumber : Dinas Kominfo
Penulis : Vera
Editor : J. Suprana
Fotografer : Vera/Flo