PANGKALPINANG — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kini Kembali mengukirkan prestasi di kancah nasional. Melalui Yayasan Pelestarian Flora dan Fauna...
Babel Kembali Ukir Prestasi di Kancah Nasional, Raih Kalpataru Adya Penyelamat Lingkungan 2026
PANGKALPINANG — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kini Kembali mengukirkan prestasi di kancah nasional. Melalui Yayasan Pelestarian Flora dan Fauna Babel, atau Animal Lovers of Bangka Island (Alobi) Foundation, dalam melestarikan flora dan fauna Negeri Serumpun Sebalai, berhasil meraih Kalpataru Adya dengan Kategori Penyelamat Lingkungan tahun 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Alobi, Langka Sani, di Jakarta Convention Center (JCC) Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026) lalu.
Penetapan prestasi yang diraih Babel tersebut, tertuang dalam surat resmi bernomor B.146/C.8/SDM.5.5/06/2026 tertanggal 8 Juni 2026, yang ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Ir Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc.
Adapun penghargaan tersebut, diberikan atas dedikasi nyata Yayasan Aloni dalam upaya pelestarian dan penyelamatan lingkungan hidup di Kepulauan Babel.
Merespons hal tersebut, Gubernur Babel, Hidayat Arsani melalui Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Babel, Amransyah Muslimin mengatakan, penghargaan Kalpataru merupakan pengakuan tertinggi negara kepada para pejuang lingkungan.
Diperolehnya penghargaan tersebut, kata Amransyah, mencerminkan kontribusi luar biasa Yayasan Alobi dalam menjaga keanekaragaman hayati di Kepulauan Babel.
"Kami menyampaikan rasa syukur atas raihan penghargaan Kalpataru oleh Yayasan Alobi. Mereka penyelamat lingkungan," kata Amransyah.
"Penghargaan ini juga bukti apresiasi pemerintah, terhadap jasa dan aksi yang dilakukan oleh masyarakat terhadap pelestarian lingkungan," sambungnya.
Mewakili Gubernur Hidayat, Ia berharap, prestari yang diraih Yayasan Alobi, mampu menggugah masyarakat, kelompok, yayasan atau organisasi lain, untuk ikut berkiprah dalam upaya pengelolaan lingkungan.
"Kami ucapkan, selamat kepada Yayasan Alobi, semoga selalu konsisten dalam melestarikan flora dan fauna Babel. Salam lestari," tutupnya.
Untuk diketahui, Yayasan Alobi sejak tahun 2013 silam, terus konsisten bergerak sebagai garda terdepan penyelamatan satwa liar di Sumatera.
Sebagai satu-satunya pusat rehabilitasi satwa multi spesies di Sumatera, Yayasan Alobi tercatat telah melepasliarkan lebih dari 8.000 satwa ke habitatnya.
Sumber : Dinas Kominfo
Penulis : Yudhistira
Editor : Imelda
Fotografer : DLHK