BANGKA TENGAH — Pagi itu, Selasa (23/6/2026), Aula Kantor Camat Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dipenuhi puluhan...

23/06/2026

Khitanan Massal Gratis TP-PKK Babel Wujudkan Mimpi Hamid jadi "Anak Saleh"

BANGKA TENGAH — Pagi itu, Selasa (23/6/2026), Aula Kantor Camat Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dipenuhi puluhan anak yang menunggu giliran untuk dikhitan.

Di antara mereka, berdiri seorang bocah berusia tujuh tahun bernama Hamid. Dengan sarung yang disampirkan di pundaknya, Hamid sesekali menoleh ke arah peserta lain yang sedang menjalani proses khitan.

Raut wajah Hamid tampak tegang, tetapi rasa penasaran dan semangat lebih dominan terlihat dari sorot matanya. Hari itu menjadi momen yang telah lama ditunggu bocah asal Desa Belilik tersebut.

Keinginannya untuk berkhitan akhirnya terwujud, melalui program Khitanan Massal Gratis yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Babel bersama TP-PKK Bangka Tengah.

Bagi Hamid, khitan bukan sekadar tradisi. Ia ingin mengikuti jejak teman-temannya yang lebih dulu menjalani syariat sekaligus untuk memuwujudkan mimpinya menjadi “anak saleh”.

Saat ditanya Tim Liputan Diskominfo Babel apakah dirinya takut dikhitan, Hamid menjawab singkat, namun mantap. “Ndek takut (tidak takut),” ujarnya sambil tersenyum.

Disampingnya, ada sang ayah, Joe, yang tampak sibuk menyelesaikan proses pendaftaran. Joe mengaku lega karena akhirnya dapat memenuhi keinginan putranya.

Menurut Joe, informasi mengenai khitanan massal itu ia peroleh dari keluarganya. Tanpa berpikir panjang, ia langsung membawa Hamid untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Ade seperadik yang ngabar ku, kalo ade sunat massal gratis hari ne. Jadi ku bawalah Hamid ke sini, biar syariat e cepet terlaksana. (Ada saudara yang mengabari saya, ada khitan massal hari ini. Akhirnya saya bawa Hamid ke sini, supaya syariatnya cepat terlaksana),” kata Joe.

Lanjut Joe, program tersebut menjadi jawaban bagi banyak keluarga yang selama ini harus menunda khitan anak karena keterbatasan biaya. Joe mengakui, jika harus menunggu dana terkumpul sendiri, belum tentu Hamid bisa segera dikhitan.

“Alhamdulillah, berkat program ne, anakku pacak besunat gratis. Men nek nunggu nabung sendiri, dak tau kapan ok.(Alhamdulillah, berkat program ini, anak saya bisa berkhitan gratis. Kalo mau menabung sendiri, entah kapan),” tuturnya.

Rasa syukur Joe, juga disertai ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

“Makaseh Buk Noni Hidayat, Pak Gubernur, Pak Bupati, yang lah muet dan dukung acara ne. Berkat acara ne, masyarakat di Bangka Tengah ne dapet peluang yang sama. (Terima kasih Bu Noni Hidayat, Pak Gubernur, Pak Bupati, yang sudah membuat dan mendukung acara ini. Berkat acara ini, masyarakat Bangka Tengah ini mendapat leluang yang sama)," ucapnya.

Hamid bukan satu-satunya anak yang datang dengan semangat tinggi. Sebanyak 50 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah mengikuti kegiatan tersebut.

Di sudut lain ruangan, Arka tampak berkumpul bersama lima teman sekolahnya. Kehadiran teman-teman sebayanya membuat suasana menjadi lebih cair dan menyenangkan.

“Aok ramai. Ku ke sini kek kawan sekolah. Ade Faiz, Irfan, Abdi kek Septian. (Iya ramai. Saya ke sini bersama teman sekolah. Ada Faiz, Irfan, Abdi dan Septian),” kata Arka.

Seperti Hamid, Arka juga mengaku tidak takut menjalani khitan.

Sementara itu, salah satu warga Cambai, Fauzi, berharap kegiatan ini dilakukan rutin setiap tahunnya.

"Kegiatan ini sangat membantu kami warga yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini terus dilaksanakan setiap tahun," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Bangka Tengah ini menjadi lokasi ketiga pelaksanaan Khitanan Massal TP-PKK Babel, setelah sebelumnya digelar di tingkat provinsi dan Kota Pangkalpinang.

Ketua TP-PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, menargetkan program tersebut dapat menjangkau 500 anak di tujuh kabupaten dan kota se-Babel.

Bagi sebagian orang, khitan mungkin hanya proses medis yang berlangsung beberapa menit. Namun, bagi Hamid dan puluhan anak lainnya, hari itu menjadi langkah penting menuju kedewasaan sekaligus pemenuhan syariat yang selama ini mereka nantikan.

Di tengah keterbatasan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, program khitanan massal gratis tidak hanya membantu meringankan beban biaya keluarga, tetapi juga menghadirkan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk mewujudkan impiannya menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Sumber : Dinas Kominfo

Penulis : Imelda

Editor : Yudhistira

Fotografer : Ibnu/Flo

Bagikan Postingan Ini