BANGKA BARAT – Setelah Provinsi, Kota Pangkalpinang, Bangka Tengah, Bangka, dan Bangka Selatan, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK)...
Akhiri Aksi Sosial di Bangka Barat, TP PKK Provinsi Siap Lanjutkan Semarak HKG ke Belitung dan Belitung Timur
BANGKA BARAT – Setelah Provinsi, Kota Pangkalpinang, Bangka Tengah, Bangka, dan Bangka Selatan, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengakhiri aksi sosial dan lingkungan dalam memperingati rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-54 PKK Tahun 2026 Pulau Bangka di Kabupaten Bangka Barat.
Sebagai mitra strategis pemerintah, Ketua TP PKK Provinsi Babel, Noni Hidayat yang memimpin langsung aksi pada Jumat (26/6/2026) tersebut, menyadari bahwa PKK harus hadir sebagai pelopor perubahan dengan melakukan gerakan yang menyentuh akar permasalahan masyarakat.
"Sejalan dengan tema HKG PKK ke-54, yaitu ‘Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Astacita, Wujudkan Indonesia Emas 2045’, kegiatan ini menjadi bukti nyata andil PKK di tengah masyarakat,” ucap Noni dalam sambutannya.
Program yang digerakkan oleh Kelompok Kerja (Pokja) 3 TP PKK Babel itu mengusung tema “Deklarasi Pemilahan Sampah, Pembinaan Pengolahan Sampah, serta Bantuan Tong Sampah Kepada Desa Air Limau, Desa Pelangas, dan Desa Rambat Kabupaten Bangka Barat”.
Bersama narasumber ahli, TP PKK Babel memberikan edukasi terkait pengolahan sampah, khususnya sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.
Hal ini merupakan langkah konkret TP PKK Babel untuk mengubah pola pikir warga agar tidak lagi melihat sampah sekadar sebagai kotoran yang tidak berguna, melainkan sebagai potensi ekonomi sirkular yang bernilai jual jika dikelola dengan bijak.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani, dalam sambutan yang diwakili oleh Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rambat Air Menduyung, Melyadi, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas inisiasi komitmen lingkungan tersebut dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel menegaskan, persoalan sampah ini telah menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama melalui kolaborasi lintas sektor.
"Deklarasi pemilahan sampah dan pembinaan pengelolaan sampah yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah positif untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkunga,” ujar Melyadi.
Ia melanjutkan, Pemprov Babel berharap dengan adanya pembinaan dan bantuan tong sampah yang diberikan kepada Desa Air Limau, Desa Pelangas, dan Desa Rambat dapat dimanfaatkan dengan baik serta menjadi pemicu tumbuhnya budaya memilah serta mengelola sampah langsung dari sumbernya.
Sinergi tersebut diperkuat oleh arahan Ketua TP PKK Noni yang menegaskan penanganan sampah memerlukan tindakan nyata yang dimulai dari lingkup terkecil.
"Sampah saat ini, sudah menjadi isu nasional yang cukup meresahkan. Kita harus membina masyarakat untuk segera mengantisipasi, terutama sampah rumah tangga. Bagaimana caranya agar sampah ini bisa kita kelola karena ternyata ada nilai ekonomisnya jika kita mau mengubahnya," ujar Noni dengan tegas.
Lebih lanjut, Ketua TP PKK Noni juga menjelaskan berbagai metode pengolahan sampah yang dapat dipraktikkan oleh ibu-ibu rumah tangga. Ia mencontohkan, pentingnya melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik sejak dari dapur.
"Sampah sisa makanan dan organik dapat diolah menjadi pupuk kompos atau dikembangkan menjadi eco-enzyme yang kaya manfaat untuk kebutuhan rumah tangga. Sementara itu, sampah plastik dan anorganik dipilah agar dapat didaur ulang kembali menjadi barang bernilai guna,” lanjutnya.
Ketua TP PKK Noni turut mengingatkan para kader PKK, bahwa peran PKK adalah sebagai ujung tombak edukasi. Kader PKK diminta harus memahami terlebih dahulu permasalahan dan solusi yang tersedia.
"Sebagai kader PKK, Saya mengajak mari kita belajar sama-sama bagaimana sebaiknya pengolahan sampah ini supaya bisa didaur ulang kembali. Sebelum ibu-ibu mengedukasi masyarakat luas, kita sendiri harus paham dan menguasai ilmunya terlebih dahulu," tambahnya.
Ia meminta para peserta untuk memanfaatkan kehadiran Pokja 3 dan narasumber dengan bertanya sedetail mungkin.
Khitanan Massal dan Santunan
Selain fokus pada lingkungan, rangkaian acara HKG ke-54 di Bangka Barat ini juga diisi dengan aksi sosial kemanusiaan dengan mengusung tema "Sinergi Berbagi, Merajut Harmoni”, yakni khitanan massal dan santunan kepada 50 anak di Kabupaten Bangka Barat.
“Program ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua dan menjamin hak kesehatan anak. Selain itu, PKK juga melaksanakan donor darah sebagai misi kemanusiaan menyuplai kantong darah bagi yang membutuhkan, Bimbingan Teknis Kesehatan keluarga kepada para kader PKK di Pokja 4, serta Gelar Produk UP2K-UMKM lokal guna mendorong perekonomian keluarga serta mendorong produk kader PKK agar naik kelas,” jelas Ketua TP PKK Noni.
Fadil, anak berumur 10 tahun yang datang bersama ayahnya, Hamit, mengaku senang sudah berkhitan karena mendapatkan banyak hadiah, mulai dari tas, alat tulis, hingga uang. Hamit selaku orang tua juga mengucapkan terima kasih atas adanya program ini.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas program ini, kami merasa sangat terbantu. Ketika kami mendengar ada acara Khitanan Massal ini, kami langsung mendaftarkan anak kami,” tutur Hamit kepada tim.
Di akhir acara, Ketua TP PKK Noni menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran perangkat daerah, panitia lokal, kader PKK, para donatur, serta tim medis yang telah berkolaborasi aktif demi menyukseskan gerakan perubahan yang menyentuh akar permasalahan masyarakat ini.
Menutup rangkaian semarak HKG di Pulau Bangka, TP PKK Provinsi Babel, kata Noni Hidayat, kini bersiap melanjutkan fokus gerakan ke wilayah kepulauan berikutnya.
Dijadwalkan, seluruh rangkaian kegiatan sosial dan kesehatan menyemarakan HKG ke-54 akan lanjut ke Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur pada tanggal 29 Juni 2026 mendatang.
Sumber : Dinas Kominfo
Penulis : Royan
Editor : Imelda
Fotografer : Dina