TERKADANG, aku merasa seperti berada di tengah pusaran kegiatan yang tiada henti di organisasi. Setiap kali ada tawaran untuk bergabung dalam kepanitiaan, rasanya sulit untuk menolak. Aku tahu ini adalah kesempatan untuk berkembang, tapi kadang-kadang aku merasa seperti berenang melawan arus.

Satu sisi, aku senang banget karena bisa terlibat dalam berbagai acara dan proyek. Aku belajar banyak hal baru, mulai dari cara mengatur waktu yang efektif hingga bagaimana berkoordinasi dengan tim yang punya latar belakang berbeda. Pengalaman ini memang bikin aku tumbuh dan belajar hal-hal yang mungkin gak aku dapatkan di ruang kelas.

Tapi di sisi lain, ada saat-saat ketika aku merasa benar-benar kewalahan. Kadang, aku ngerasa seperti tidak punya waktu untuk diri sendiri. Banyak banget tanggung jawab yang harus aku emban, dan semuanya terasa berat. Ada saat-saat ketika aku bertanya pada diri sendiri.

“Kenapa sih aku ambil tawaran jabatan ini?” “Apakah semua ini benar-benar sepadan?”

Jangan salah paham, aku tahu ini adalah investasi untuk masa depanku. Aku bisa membangun jaringan yang luas, mendapatkan keterampilan baru, dan menghadapi berbagai situasi yang bisa jadi sangat berguna nantinya. Tapi aku juga tidak bisa menepis rasa lelah yang sering kali menghampiri. Kadang, aku harus berjuang keras untuk menjaga keseimbangan antara studi, magang, dan kegiatan organisasi.

Aku mulai sadar bahwa mungkin ada baiknya aku menilai kembali bagaimana aku membagi waktu dan energi. Aku ingin terlibat dalam kegiatan yang benar-benar membuatku berkembang dan bahagia. Pada akhirnya, aku ingin memastikan bahwa setiap kepanitiaan yang aku ikuti benar-benar memberikan nilai tambah untuk diriku. Jadi, meskipun kadang melelahkan, aku tetap berusaha memanfaatkan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya. 

Yang penting adalah bagaimana aku bisa tumbuh dan belajar dari setiap pengalaman ini, bukan hanya sekadar menjadi sibuk tanpa arah.